Selasa, 07 Agustus 2007

Silsilahku

Sundut

Nama

Nomor Reocrd

Si Raja Batak

100101

Raja Isumbaon

100103

Tuan Sorimangaraja

100110

Tuan Sorbadibanua @ Sisuanon

100118

Sibagot Ni Pohan

100118

1.

Raja Sihubil

1000201

2.

Sapala Tua @ Tampubolon

1000301

3.

Raja Siboro

1000304

4.

Sariburaja @Lb Atas

1000410

5.

Giot Nabegu

1000433

6.

Raja Isorba @ Ompu Podang

1000482

7.

Raja Hutabulu

1000566

8.

Ompu Malau

1000680

9.

Ompu Bonggung

1000856

10.

Pangattik Tampubolon

1001120

11.

Ompu Littas Tampubolon

1001560

12.

Ompu Tahilan Tampubolon

1002318

13.

Ompu Buhala Tampubolon

1003780

14.

Julius Tampubolon

1006716

15.

Suleman Tampubolon

1011688

16.

Jansen Tampubolon @ Abdul Majid

1017783

17.

Rivai Tampubolon

1023375

18.

Dahlan Tampubolon

1026290

1. Omar Farrakhan Tampubolon

1027294

2. Malcolm Rahman Tampubolon

1027295

http://www.technocraft.org/tuansihubil/tarombo.cgi?man=1027295;act=pick_man

Q: Siapakah Tuan Sihubil ?

A: Tuan Sihubil berasal dari sekitar Balige di tanah Batak, dan hidup sekitar abad ke lima belas. Daripadanya tumbuh keturunan yang terus beranak-pinak, menyebar di Sumatera bagian utara, di kepulauan Indonesia, dan di seluruh dunia. Saat ini sebagian menyandang marga Tampubolon, marga Baringbing, marga Silaen, berasimilasi ke beberapa marga lain, melepaskan atribut marga, atau berasimilasi ke suku-suku non Batak. Sebagian hidup miskin di hutan, di perkebunan, di desa, atau di kota. Sebagian lagi berkedudukan tinggi dalam masyarakat dan hidup sejahtera di kota metropolitan.
^Kembalike atas...

Q: Apakah Tarombo Tuan Sihubil itu ?

A: Tarombo Tuan Sihubil adalah catatan (data) seluruh keturunan Tuan Sihubil yang berhasil dikumpulkan dari delapan penjuru angin, serta kedudukannya dalam satu pohon silsilah garis ayah yang utuh (genealogy tree). Pohon silsilah itu menciut keatas (konvergen) menuju satu oknum: Tuan Sihubil. Untuk generasi sebelum abad 20 data diperoleh dari ingatan kolektif tokoh-tokoh marga. Untuk generasi abad ke 20 data diperoleh umumnya melalui korespondensi. Pada setiap lelaki tercatat wanita dari marga apa yang menjadi istrinya. Pada setiap wanita tercatat pria dari marga apa yang menjadi suaminya. Inilah struktur kekerabatan kami dengan seluruh Dongan-tubu, seluruh Hula-hula, dan seluruh Boru.
^Kembalike atas...

Q: Apakah Tarombo Tuan Sihubil lengkap dan utuh ?

A: Pohon silsilah itu belum lengkap, dan tidak akan pernah lengkap. Penyusunannya sudah dimulai, dan tidak akan pernah selesai karena keturunan Tuan Sihubil bertumbuh terus. Pada awal pembentukannya sangat menonjol peran tokoh-tokoh monumental: Raja Patik Tampubolon, dan Oppu Ijolo Tappukbolon. Sejak dimulai, tarombo tidak membedakan perlakuan atas dasar pangkat, jabatan, kekayaan, politik, agama, atau kewarganegaraan. Sejak sebelum abad 20 sampai sekarang cucu Tuan Sihubil ber-ragam pekerjaannya: Petani, Pedagang, Pencuri ternak, Perampok, Penginjil, Ulama, Heiho, Tentara, Polisi, Tukang jambret, Pedagang narkotik, Tukang parkir, Supir angkutan, Kondektur, Tambal ban, Tukang loak, Bankir, Kontraktor bangunan, Pegawai negeri, Pengacara, Dokter, Preman pasar, Buruh pabrik, Guru, Dosen. Apapun yang dikerjakannya, dia tetap cucu Tuan Sihubil.
^Kembalike atas...

Q: Apakah Tarombo On-line itu ?

A: Tarombo On-line adalah Tarombo Tuan Sihubil yang disusun secara elektronik dalam database dan disajikan melalui internet website. Pada saat dimulai, tarombo ini memiliki sekitar 26.500 record pria (anak), 8.600 record istri (paniaran), 12.600 record boru. Semua tersusun dalam satu pohon silsilah yang utuh. Dengan Tuan Sihubil sebagai generasi 1, maka pada tahun 2000 anggota termuda yang dikenal adalah generasi 20. Dengan perjalanan waktu, tentunya angka-angka itu akan berubah.
Tarombo On-line semula disusun dalam Oracle-8 database server. Untuk penyajian di internet isinya dipindahkan kedalam MySQL 3.22 karena alasan cost/performance yang lebih menguntungkan.
Tarombo Tuan Sihubil ditempatkan di internet dengan dua tujuan: Pertama, agar dapat dilihat dan dimanfaatkan oleh cucu Tuan Sihubil di seluruh dunia (jika catatan tentang dirinya sudah masuk). Kedua, agar tarombo ini bisa ditambahi atau diperbaiki oleh cucu Tuan Sihubil atau tokoh-tokoh marga secara langsung. Kami berharap setidak-tidaknya mereka bisa melakukannya melalui warnet atau internet cafe.
^Kembalike atas...

Q: Bagaimana menemukan data (record) diri saya ?

A: Jika anda keturunan langsung Tuan Sihubil dari garis ayah (patrilineal), apalagi anda seorang lelaki, besar kemungkinan nama anda sudah masuk dalam database. Gunakan menu "Search" untuk mencari nama anda. Untuk membantu, kami anjurkan anda menggunakan taktik pencarian. Koleksi awal pada database sangat miskin akan nama keturunan perempuan. Jika anda seorang boru atau bere, jangan putus asa. You are no less precious to us. Cari nama ayah anda, atau kakek anda !!.
^Kembalike atas...

Q: Bagaimana menunjukkan kedudukan saya dalam kekerabatan ?

A: Jika anda keturunan Tuan Sihubil, tersedia berbagai pilihan tampilan (display) untuk menunjukkan kedudukan anda dalam kekerabatan. Terutama kami anjurkan memilih menu "Ancestors" (Gurat partubu), atau garis langsung dan ringkas dari Tuan Sihubil kepada anda. Tampilan ini menunjukkan kerabat terdekat (sisolhotna) baik sebagai Dongan Sabutuha, Tulang, Bona Tulang, Bona ni Ari, maupun semua marga amangboru keatas. Merekalah tokoh utama dalam semua acara adat yang menyangkut diri anda, sejak anda didalam rahim ibu, lahir, akil-balik, kawin, berketurunan, bermenantu, bercucu, meninggal-dunia, sampai kelak jika tulang belulang anda dipindahkan (diokkal, nakkok tu batu na pir).
Disamping itu, dua orang pinompar (Tampubolon, Silaen, atau Baringbing) yang bertemu di perantauan dan masing-masing memegang garis partubu-nya bisa langsung mengetahui kedudukan (partuturon) satu terhadap yang lain dengan membandingkan nomor generasi (sundut) serta percabangan ompu mereka. You'll never walk alone. Merantaulah ke seluruh dunia, anda akan temukan kerabat kita disana.
^Kembalike atas...

Q: Didalam Tarombo mengapa nama saya dieja sedemikian ?

A: Hampir seluruh masukan nama diperoleh bukan langsung dari orang yang bersangkutan, melainkan dari kerabatnya (dongan tubu atau boru). Jika nama anda dimasukkan oleh orang lain, maka sangat mungkin dia mengeja tidak sesuai dengan keinginan anda. Ditambah lagi kemungkinan salah ketik pada keyboard.
Koleksi data pertama bagi Tarombo On-line adalah nama-nama yang berhasil dikumpulkan selama lebih dari 30 tahun oleh Oppu Ijolo Tappukbolon. Disamping kerja-keras serta kegigihannya, beliau secara jujur dan terbuka menganjurkan ejaan Batak berhuruf latin yang berbeda dengan yang dibakukan sejak jaman kolonial (van der Tuuk, H.N. 1864. Tobasche spraakkunst. Amsterdam: Het Nederlands Bijbelgenootschap). Maksud beliau adalah supaya bahasa tulis menjadi lebih bersesuaian dengan bahasa lisan, dan mudah dipelajari oleh generasi muda. Dalam buku Tarombo yang dicetak di Medan, nama-nama khas Batak dieja menggunakan ejaan yang dianjurkannya, misalnya Tibbul Paddapotan dan bukan Timbul Pandapotan.
Semua faktor manusia tersebut bekerja atas landasan itikad baik. Namun Tarombo On-line membawakan jiwa (spirit) baru dari dunia internet: keterbukaan dan toleransi. Nama anda adalah milik pribadi anda yang kami hormati. Hak, kewenangan, kewajiban, dan tanggung-jawab berada pada diri anda. Kalau misalnya anda memilih ejaan Lambock Parlu Hutan (dan bukan Labbok Parluhutan), silahkan mengubahnya sendiri.
^Kembalike atas...

Q: Mengapa marga-marga dieja sedemikian ?

A: Marga bukanlah milik pribadi, melainkan milik bersama. Demikian pula bahasa adalah alat komunikasi yang dimiliki dan dikembangkan bersama. Karena itu sejauh mungkin kami akan mengikuti kesepakatan, konvensi, kelaziman, atau pembakuan yang ada, baik resmi ataupun tidak resmi. Disamping itu ada alasan teknis dari teknologi komputer. Susunan basis data (database) serta perangkat lunak lainnya mengharuskan marga-marga dieja secara baku.
^Kembalike atas...

Q: Mengapa tidak dilengkapi alamat rumah, telepon, serta email?

A: Tarombo Online bukan dimaksudkan untuk menjadi petunjuk kontak (directory), melainkan gambaran susunan kekerabatan berdasarkan Dalihan Na Tolu. Kalaupun ada keterangan wilayah bermukim hal itu semata-mata untuk mempermudah pembedaan antar pinompar yang mirip namanya. Tarombo Online sedapat mungkin menjaga informasi pribadi (privacy) setiap pinompar.
^Kembalike atas...

Q: Bolehkah saya menambah atau memperbaiki Tarombo On-line ?

A: Pucuk dicinta, ulam tiba (kata pepatah lama). Tarombo On-line memang ditempatkan di internet agar cucu Tuan Sihubil dari Bengkulu sampai Los Angeles bisa menambah serta memperbaiki. Hanya sedikit cucu Tuan Sihubil mampu menyumbang untuk monumen Tuan Sihubil di Balige. Namun banyak sekali yang mampu menyumbang untuk monumen Tuan Sihubil di cyberspace. Jangan sumbangkan uang. Jika anda cucu lelaki atau perempuan dari Tuan Sihubil, berikanlah data tentang keluarga anda, serta beberapa menit waktu menghadapi komputer di rumah, tempat kerja, warnet, atau internet cafe. Tarombo On-line adalah monumen yang tak kunjung selesai, setiap bulan akan membesar dan bertambah tinggi. Monumen ini adalah warisan budaya Batak dari zaman kita untuk zaman mendatang.
^Kembalike atas...

Q: Bagaimana cara menambah/ memperbaiki data ?

A: Kami berusaha (dan terus berusaha) merancang cara yang mudah untuk anda memperbaiki data melalui internet. Kesulitannya adalah mencari keseimbangan yang tepat antara mudah dan aman. Yang gampang biasanya tidak aman, dan yang aman biasanya rumit. Kita semua tentu tidak ingin Tarombo Tuan Sihubil diacak-acak oleh orang yang tidak bertanggung jawab (ada puluhan juta orang berkeliaran di internet setiap hari). Untuk saat ini, aturan yang kami terapkan adalah sebagai berikut:

  • Perbaikan atau penambahan secara On-line (melalui internet) dimaksudkan untuk data keturunan yang hidup di abad 20. Untuk generasi sebelumnya perbaikan hanya dilakukan oleh para tetua marga.
  • Anda harus memiliki alamat e-mail pribadi (tidak digunakan bersama orang lain). Juga anda harus lebih dahulu menemukan ayah atau kakek anda didalam Tarombo On-line dan mencatat nomor recordnya. Sewaktu dirinya ditampilkan, anda akan melihat angka (7 digit) di sebelah kanan atas. Itulah nomor record ayah atau kakek anda.
  • Kirimkan email singkat kepada kami dialamat siguratlangit@centrin.net.id Terangkan siapa anda dan siapa ayah anda berikut nomor record tadi. Selanjutnya kami akan menghubungi kembali.

^Kembalike atas...

Q: Bukankah Tuan Sihubil beristrikan boru Pasaribu ?.

A: Beberapa buku dan penutur silsilah memang menyatakan Tuan Sihubil beristrikan boru Pasaribu. Drs Richard Sinaga berpendapat hal itu kurang tepat karena Tuan Sihubil adalah generasi ke enam dari Siraja Batak, sedang marga Pasaribu baru ada pada generasi 10 setelah Siraja Batak. Kiranya masuk akal bahwa ayah mertua Tuan Sihubil masih menggunakan marga Borbor (cikal bakal marga Pasaribu).
^Kembalike atas...

Q: Mengapa susunan keturunan Sakkar Toba berbeda dengan yang saya ketahui ?.

A: Dikalangan keturunan Raja Martakhuluk (Tampubolon Sibulele) ada tiga pendapat mengenai silsilah dan kedudukan Sakkar Toba. Versi pertama adalah seperti termuat dalam tarombo on-line.
Sakkar Toba
Gajaborta
Batumamak
Tuan Duhut
Marhitedalan alias Panisia
Marhitesolu alias Raja Hasiholan

Versi kedua menyatakan anak-anak Sakkartoba adalah:
Sakkar Toba
Tuan Duhut
Marhitedalan
Marhitesolu
Susunan ini dibahas di Tanggabatu tanggal 28 Oktober 1973, saat kedatangan boru marga Lumbanraja, untuk mempertegas ingatan tentang istri/ibu yang melahirkan si boru Marjarojak. Kesepakatan tua-tua saat itu menetapkan versi kedua tadi, ditandatangani 5 orang dari Balige, satu orang dari Laguboti (Dr. T Tampubolon), 5 orang dari Meat, 41 orang dari Tanggabatu, dipimpin oleh Ompu Mangalasang Tampubolon alm.

Versi ketiga adalah seperti disusun amang Panahatan (Jakarta), keturunan Padde Sumurung. Menurutnya anak-anak Sakkartoba adalah:
Sakkar Toba
Gajaborta (dari boru Siahaan)
Marhitedalan (dari boru Simangunsong)
Marhitesolu (dari boru Simangunsong)

Tarombo On-line menggunakan versi pertama karena versi kedua dan ketiga agak meragukan. Dalam kedua versi itu tak lagi terlihat Batumamak, putra sulung dari seluruh keturunan Sakkartoba. Walaupun demikian, catatan ini tetap diajukan dengan harapan supaya para keturunan bersedia tampil untuk mempertegas susunan keturunan Sakkartoba yang sebenarnya.
(sumber: Oppu Ijolo Tappukbolon)
^Kembalike atas...

Marga dan Sebutan bagi keturunan Tuan Sihubil

Tiga cucu langsung Tuan Sihubil adalah Raja Mataniari, Raja ni Apul, serta Raja Siboro. Dewasa ini keturunannya menggunakan marga Tampubolon, Silaen, dan Baringbing, serta sebutan tambahan yang menyertai marga. Seperti halnya percabangan pohon, marga-marga itu seringkali masih mencirikan asal usulnya.

Belum diketahui sekitar tahun berapa masing-masing marga mulai digunakan. Akan tetapi secara umum dalam masyarakat Batak, pendirian marga adalah urusan besar yang sangat serius. Keinginan ini mengharuskan kesepakatan bersama, serta bermacam upacara rituil Batak kuno. Upacara-upacara itu dilarang pemerintah Hindia Belanda, serta sangat ditentang agama Kristen dan Islam yang dianut kemudian. Pada abad ke 20 tidak ada lagi marga baru yang muncul.

Tanpa bermaksud menghalangi kebebasan pribadi, Tarombo On-line menambahkan marga dibelakang nama para keturunan Tuan Sihubil. Semua marga dianggap mulai digunakan pada generasi 10 setelah Tuan Sihubil.

Tampubolon Baringbing (Barimbing)

Raja Mataniari memperoleh 4 anak lelaki dan 4 anak perempuan melalui istri pertama (boru Hinalang). Anak pertama: Ompu Rudang Nabolon tidak berketurunan. Boru ke empat: Siboru Ari juga tidak berkeluarga.

Anak ke dua: Ompu Sidomdom bermukim di Siguppar (kecamatan Silaen sekarang), selanjutnya keturunannya menyebar ke Sipahutar dan Humbang. Anak ke tiga: Simangan Didalan bermukim di Onan Runggu (kecamatan Sipahutar sekarang). Anak ke empat: Ginjang Niporhas bermukim di Baligeraja (Balige). Keturunannya kemudian menyebar ke Meat, Tampahan, Lobutolong dan Lintongnihuta (kecamatan Sipahutar) sampai ke Hutabagot dan Lumbangaroga di kecamatan Pahae.

Keturunan ketiga ompu tersebut dikenal dengan sebutan Baringbing. Ini bermula dari tradisi menggunakan jengger ayam (baringbing) di tengah tanduk kerbau sebagai penghias di bagian depan atas rumah. Pada prakteknya sampai paruh pertama abad 20 penggunaan Tampubolon sebagai marga masih dominan, dengan Baringbing sebagai sebutan tambahan. Di kemudian hari, sebagian keturunan sudah menggunakan Baringbing (Barimbing) saja sebagai identitas marga di belakang nama seseorang. Dengan demikian dewasa ini ada keragaman penggunaan marga pada keturunan tiga ompu tersebut.

Silaen

Dari istri kedua (Boru Sitorus), Raja Mataniari mendapat 2 anak lelaki yaitu Soddiraja (anak ke 5) dan Badiaraja (anak ke 6). Keturunan Soddiraja di kemudian hari menggunakan marga Silaen. Badiaraja pergi merantau ke Lobu Simataniari dan masuk kedalam marga Sitompul. Ikrar dan perjanjian (parpadanan) ketika itulah yang mengikat Tampubolon dan Sitompul sebagai Dongan Saboltok yang dipersamakan sebagai saudara kandung.

3 4 (sundut).
Raja Mataniari
Ompu Rudang Nabolon
Ompu Sidomdom >> Tampubolon (Baringbing)
Simangan Didalan >> Tampubolon (Baringbing)
Ginjang Niporhas >> Tampubolon (Baringbing)
Soddiraja >> Silaen
Badiaraja >> masuk ke Sitompul
Alang Pardosi >> Pohan (Barus)
Raja Unduk >> Barus (Karo)

Pohan (Barus) serta Barus (Karo)

Menjelang usia lanjut, Raja Mataniari pindah ke Barus. Saat itu Barus sudah menjadi wilayah bisnis, dimotori para pedagang Tamil dan Arab yang datang atau menetap disana, sehingga banyak menarik perantau. Raja Mataniari menjadi orang berpengaruh, menguasai tanah-tanah di Tukka Dolok dan Tukka Holbung, serta mendapat gelar Raja Tungtungan. Di Barus, melalui istri ke tiga (Boru Borbor), lahir dua anak lelaki: Alang Pardosi (anak ke 7) dan Raja Unduk (anak ke 8). Raja Mataniari meninggal dunia dan dimakamkan di Barus.

Keturunan Alang Pardosi bergabung menggunakan marga Pohan Barus bersama keturunan kakek moyangnya (Sibagot ni Pohan) yang sudah lebih dahulu disana, dan yang tiba kemudian. Dengan demikian marga Pohan Barus tidak seluruhnya keturunan langsung Tuan Sihubil.

Raja Unduk pergi berkelana dari Barus ke tanah Karo dan mendirikan kampung Barus Jae. Keturunannya menggunakan marga Barus di tanah Karo, atau lebih dikenal dengan Karokaro Barus serta Karokaro Sitepu.

Tampubolon Sibolahotang, Sitappulak, Ulubalang Hobol, dan Sitadduk

Sebagian keturunan Raja ni Apul memakai marga Tampubolon disertai sebutan Sibolahotang atau Sitappulak, yaitu keturunan melalui Raja Marburak dan Pangahut.

3 4 5 6 (sundut).
Raja Niapul
Tuan Sumandar.
Raja Sihajut
Raja Marburak >> Tampubolon (Sibolahotang)
Pangahut >> Tampubolon (Sitappulak)
Ulubalang Hobol >> Tampubolon (Ulubalang Hobol)
Pamottang
Raja Sitadduk >> Tampubolon (Sitadduk)
Partano
Ompu Surungan
Ama Surungan

Sebutan Sibolahotang digunakan oleh keturunan Raja Marburak. Tidak diketahui tepatnya pada generasi ke berapa kebiasaan itu dimulai. Sebutan ini berkaitan dengan dusun Sibolahotang di dekat Balige sekarang, walaupun sebutan itu tidak sepenuhnya tepat. Dari empat cucu Raja Marburak, hanya tiga yang mendirikan pemukiman di dusun Sibolahotang. Cucu pertama (Lobuhole) bersama anak-anaknya tidak bermukim di Sibolahotang. Ompu Niogit bermukim dan menyebar dari Lumbanjulu (di kecamatan Sipahutar sekarang). Ompu Lattang bermukim dan menyebar dari Banjarbagot, Siguragura (kecamatan Habinsaran sekarang).

6 7 8 9 (sundut).
Raja Marburak
Paduppas
Lobuhole.
Arjang alias Ompu Niogit. Ds Lumbanjulu, kc Sipahutar
Tajap alias Ompu Lattang. Banjarbagot, kc Habinsaran
Ompu Tumampak. Ds Sibolahotang, Balige
Pangguccang. Ds Sibolahotang, Balige
Pandebubu. Ds Sibolahotang, Balige
Ompu Raja Hobban. Ds Sibolahotang, Balige
Pametar. Ds Sibolahotang, Balige
Ompu Mukkana. Ds Sibolahotang, Balige
Parhaloho. Ds Sibolahotang, Balige
Pamuha. Ds Sibolahotang, Balige

Sebutan Sitappulak digunakan oleh keturunan Ompu Pangahut. Sebutan ini berkaitan dengan dusun Sitappulak di Balige, walaupun bukan hanya mereka yang bermukim disana. Anak dan cucu Ulubalang Hobol (mulai dari Pamottang) juga bermukim dan selanjutnya menyebar dari Sitappulak.

Patut diingat bahwa tidak seluruh keturunan Raja ni Apul menggunakan sebutan Sibolahotang atau Sitappulak pada marga Tampubolon. Sebutan itu hanya digunakan oleh keturunan Raja Sihajut. Oppu Ijolo Tappukbolon mengusulkan sebutan Ulubalang Hobol serta sebutan Sitadduk untuk keturunan Raja Ni Apul yang lainnya. Untuk menghormati beliau, sebutan itu digunakan dalam Tarombo On-line.

Tampubolon Sibulele dan Lumbanatas

Sebutan Sibulele dan Lumbanatas berkaitan dengan Dusun Sibulele serta Dusun Lumbanatas di Balige sekarang. Keduanya digunakan oleh keturunan Raja Siboro.

3 4 (sundut).
Raja Siboro.
Raja Martakhuluk >> Tampubolon (Sibulele)
Saribu Raja >> Tampubolon (Lumbanatas)

Walaupun bermula dari Sibulele, keturunan Raja Martakhuluk banyak membuka pemukiman-pemukiman lain di sekitar Balige. Sebagian diantaranya dikenal sebagai "par Tanggabatu", karena bermukim di Tanggabatu, terutama keturunan melalui Tuan Pamurta (generasi 8). Dalam Tarombo On-line mereka tetap disebut Tampubolon Sibulele.

Sumber: Raja Patik Tampubolon (1964), Oppu Ijolo Tappukbolon (1996), Drs Richard Sinaga (1996)

Menu dalam Tarombo On-line

Tarombo On-line memberi empat menu Utama:

Lului/Cari/Search
Sebelum menggunakan menu lain untuk menampilkan keluarga serta kekerabatan, anda harus menentukan dahulu keluarga siapa yang anda inginkan. Tokoh itu mungkin anda sendiri (seorang cucu Tuan Sihubil), atau seorang Hotman Baringbing (tetangga dahulu di Medan), atau seorang Jansen Silaen (boss di kantor). Gunakan menu ini, untuk menemukannya. Setelah ditemukan, klik pada nama orang tersebut, lalu anda bisa menggunakan berbagai menu lain.

Parsaripeon/Keluarga/Family
Menu ini menampilkan keluarga inti (istri, anak lelaki, dan anak perempuan) tokoh kita.

Gurat/Silsilah/Ancestors
Gurat partubu adalah garis keturunan vertikal langsung dari puncak (dari Tuan Sihubil) sampai ke tokoh kita. Dalam menu ini hanya dongan tubu (saudara) segaris yang ditampilkan. Gunakan menu ini untuk menemukan kedudukan tokoh kita dalam kekerabatan besar pinompar Tuan Sihubil: generasi berapa, dan dari Ompu mana.

Hariara/Keturunan/Descendants
Hariara menampilkan anak, cucu, cicit (seluruh keturunan) dari tokoh kita kebawah. Jika tokoh itu hidup beberapa puluh tahun yang lalu tentu keturunannya sudah banyak sekali. Untuk keindahan tampilan, setiap display dibatasi maksimum 7 generasi.
Di layar internet, Hariara juga memungkinkan anda untuk bertualang bebas menemui siapapun dan di zaman manapun. Pilih tokoh mana sebagai awal perjalanan anda. Dari sana anda bergerak ke bawah, atau keatas dan ke samping. Jika tokoh itu mempunyai anak, klik pada perkataan "anak".

Taktik mencari dalam Tarombo On-line

Menemukan seseorang diantara puluhan ribu nama pada pohon silsilah kadangkala mudah, kadangkala sukar. Untuk mencarinya melalui menu "Search" anda perlu memasukkan nama orang yang dicari (nama kunci). Banyak sekali catatan (record) dalam database dengan nama yang bersamaan atau mirip. Sebagai contoh, lelaki bernama Washington, Wasingthon, Wasinton, Basinton, (atau yang mirip dengan itu) ada lebih dari 60 orang. Setiap pencarian (search) umumnya menjaring lebih dari satu orang.

Taktik menjaring adalah menentukan nama kunci yang tidak terlalu singkat, namun tidak terlalu panjang. Jika kata kunci terlalu singkat, terlalu banyak nama yang terjaring. Anda akan bingung menentukan manakah orang yang anda maksud. Sebaliknya jika nama kunci terlalu panjang, sedikit nama yang terjaring, dan orang yang anda cari justru lolos tak terlihat. Padahal namanya mungkin hanya berbeda satu huruf.

Untuk itu pertimbangkan hal-hal berikut:

  • Jika anda seorang pria berusia lebih dari 30 tahun, besar kemungkinan nama anda sudah masuk dalam database, sehingga anda bisa mencarinya. Kalau anda wanita atau pria muda, carilah nama ayah anda. Kalau masih gagal juga, cari nama kakek (ompungdoli). Nanti setelah berjumpa, baru anda bergerak turun ke diri anda.
  • Jika anda mencari orang lain (bukan diri sendiri), ada baiknya anda mengetahui juga siapa ayahnya. Ini berguna untuk memilih satu dari beberapa orang yang sama atau mirip namanya.
  • Jika anda seorang bere maka kakek (ompungdoli) melalui ibu adalah seorang Tampubolon, Baringbing, atau Silaen. Carilah ompung itu. Seorang bere laki-laki berkepentingan mengetahui siapa tulang serta paribannya (mungkin ada jodoh).
  • Pertimbangkan cara mengeja nama. Anda bisa gagal mencari seorang Timbul Silaen hanya oleh sebab sepele: ternyata namanya tercatat sebagai Tibbul Silaen. Jika anda menduga demikian, lebih baik mencari nama "bul" karena semua nama yang mengandung "bul" akan terjaring.
  • Jika anda melihat kolom "Intelligent option" ("yang mirip"), cobalah menggunakannya. "Intelligent option" akan berusaha menjaring nama yang berbeda ejaan, namun bunyi fonetiknya mirip.

Jangan lupa bahwa Tarombo On-line adalah pohon silsilah dengan rantai keluarga yang utuh. Kalau anda gagal menemukan seseorang secara langsung, anda bisa mencoba secara tidak langsung. Temukan dahulu seorang lain yang cukup dekat dengan keluarga itu. Dari sana gunakan menu "Descendants" ("Hariara") untuk naik keatas, menyamping, atau turun, sampai tiba di orang yang dimaksud.

Na pinadimun-dimun jala sinege pinatutur siyan tinulis ni akka amatta naung jumolo, ditabbai hatorangan na takkas jolo tinakkasan siyan ganup nappuna tarobbo, seleleng na tolu pulu taon on.
Pinatedek jomuk tu tonga mangajana anak dohot boru, siminik ni opputta TUWAN SIHUBIL.

Batak Toba 1929

Di tanah Batak (di Sumatera) Tuan Sihubil dikenal sebagai kakek moyang marga-marga Tampubolon, Baringbing, dan Silaen. Tarombo adalah tradisi khas Batak tentang kekerabatan. Bangsa Batak membangun kekerabatan berdasarkan pengetahuan silsilah berabad-abad. Di zaman modern kini, Tarombo Tuan Sihubil juga menjadi digital dan disajikan kepada anda melalui internet. Kami ingin andapun menikmati kehangatan tradisi Batak di Cyberspace.

In the Batak highlands (of Sumatera), Tuan Sihubil is known as common ancestor to the clans Tampubolon, Baringbing and Silaen. Tarombo is the unique tradition of Batak kinship. The Bataks trace their kinship through centuries of genealogy history. In this modern age Tarombo Tuan Sihubil goes digital and be presented to you via the internet. We want you to share and enjoy the warmth of Batak tradition in Cyberspace.

You are welcome to Enter.

Sabtu, 09 Juni 2007

Artikel6

OPTIMASI DAN EFISIENSI INPUT PADA TAMBAK UDANG RAKYAT

(Kajian Di Kawasan Pesisir Pantai Timur Sumatera Utara)

Mardiana1 dan Dahlan Tampubolon2

1Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Medan Area

Jl. Sei Serayu No. 70-A, Medan, 20120. Tlp. +6261 8225602

E-mail: emak_farhan@yahoo.com

2Departemen Ilmu Ekonomi, Universitas Riau

Kampus Bina Widya Km 12. Pekanbaru, 28293

E-mail: dahlan_tbolon@perdana.um.edu.my

Abstract: The aim of study was to identify optimum and efficiency of productions input of shrimp farms. The collection of primary data was from interviewing by using questionnaires, and samples were shrimp farmers in 3 (three) regency in east coastal area of North Sumatra. From the result of study was known that farmers optimum using input of production with increasing returns to scale. The shrimp farmers were efficient where marginal value of physical product (MVP) rather than price of inputs. All of input of production still can increase to get bigger profit.

Keywords: optimum, efficiency, shrimp farm, increasing returns to scale, and marginal value of physical product.

Artikel5

Optimasi dan Efisiensi Faktor Produksi Tambak Udang

(Kajian Di Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai)

Mardiana

Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Medan Area

Jl. Sei Serayu No. 70-A, Medan, 20120. Tlp. +6261 8225602

E-mail: emak_farhan@yahoo.com

Abstract: The aim of study was to identify optimum and efficiency of productions input of shrimp farms. The collection of primary data was from interviewing by using questionnaires, and samples were shrimp farmers in District Deli Serdang and Serdang Bedagai. From the result of study was known that farmers optimum using input of production with increasing returns to scale. The shrimp farmers were efficient where marginal value of physical product (MVP) rather than price of inputs. All of input of production still can increase to get bigger profit.

Keywords: optimum, efficiency, shrimp farm, increasing returns to scale, and marginal value of physical product.

Artikel4

PEKERJA ANAK DI PERBANDARAN (KAJIAN PENGGILAP KASUT DI BANDARAYA MEDAN)

Children’s Worker in Urban (Studies of Shoes Polisher in Medan City)

Mardiana1 dan Dahlan Tampubolon2

1Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Medan Area,

Jl. Sei Serayu No. 70-A, Medan, 20120. Tlp. +6261 8225602 <emak_farhan@yahoo.com>

2Pelajar Ph.D bidang Urban Studies & Planning,

Univ. of Malaya, 50603, Kuala Lumpur <dahlan_tbolon@yahoo.com>

ABSTRAKSI

Objektif kajian ini ialah untuk mengenalpasti ciri sosial-ekonomi keluarga pekerja kanak-kanak, latar belakang masuknya kanak-kanak ke sektor tidak rasmi dan impak pekerja kanak-kanak terhadap pendidikan anak dan ekonomi keluarganya. Kajian dilaksanakan di tiga kelurahan di Bandaraya Medan dengan jumlah sampel 90 kanak-kanak. Hasil kajian menunjukkan masuknya anak ke sektor tidak rasmi sebagai penggilap kasut kerana dorongan dari sekitaran dan desakan orang tua. Mudah, murah dan adanya rekan di sekitar pemukiman yang bekerja menggilap kasut menjadi penarik kanak-kanak memasuki aktiviti tersebut. Aktiviti menggilap kasut memberi impak ke atas anak, seperti perlakuan kasar dan kutipan paksa oleh preman dan penggilap yang lebih tua serta perlakuan tidak menyenangkan seperti sering tidak menerima upah dari pengguna perkhidmatan. Sebahagian besar daripada mereka yang tidak lagi bersekolah masih memiliki keinginan bersekolah, namun kerana kurangnya biaya dan waktu serta perasaan malu menyebabkan mereka tidak lagi bersekolah. Pekerja anak boleh membantu keluarga terutama untuk memenuhi keperluan keluarga sehari-hari.

Kata kunci: pekerja kanak-kanak, sektor tidak rasmi perbandaran, penggilap kasut

Artikel3

DEKOMPOSISI SPATIAL TENAGA KERJA:

SUMATERA UTARA

Dahlan Tampubolon

Urban Studies & Planning Univ. of Malaya

Pantai Valley 50603 Kuala Lumpur

<dahlan_tbolon@perdana.um.edu.my>

Abstract: Employment as an element of regional economic structure can be show held by decomposition method or shift-share analysis. This study used data employment from Statistical of People Welfare 1993 – 2003. In 2003 industrial mix of West Coast Region was positive with main sector are agriculture, transportation and communication, and financial service. Spatial factor of agriculture sector in Mountain Region less advantage but still can cover by favorable of this sector. Growth of employment in East Coast Region rather than average province with spatial factors can over unfavorable some sectors.

Keywords: employment, decomposition, shift-share, spatial, and industrial mix.

Artikel2

PEMBANGUNAN EKONOMI SUMATERA UTARA 1993 – 2003:

SATU ANALISIS SIKLUS KEMAJUAN

Dahlan Tampubolon

Urban Studies and Planning Programme

University of Malaya, 50603 Pantai Valley, Kuala Lumpur, Malaysia

dahlan_tbolon@perdana.um.edu.my

Abstract: Ecocomic of North Sumatra grow quickly before economic crisis. Before crisis period, districts categorized developed region are Kabupaten Karo, Labuhan Batu, Asahan, Langkat, Kota Tanjung Balai and Tebing Tinggi. After crisis period, Kabupaten Karo, Labuhan Batu, Kota Tanjung Balai and Tebing Tinggi are stagnant region. The districts categorized as underdeveloped region after crisis are Kabupaten Nias, Tapanuli Tengah, Deli Serdang and Langkat.

Keywords: economic crisis, region, developed, stagnant, and underdeveloped.

Artikel1

Analisis Faktor dan Klaster Perilaku Konsumen

Transportasi Umum Rute Medan Rantauprapat

Mardiana1 dan Dahlan Tampubolon2

1Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Medan Area,

Jl. Sei Serayu No. 70-A, Medan, 20120. Tlp. +6261 8225602 <emak_farhan@yahoo.com>

2Pelajar Ph.D bidang Urban Studies & Planning,

Univ. of Malaya, 50603, Kuala Lumpur <dahlan_tbolon@yahoo.com>

Factor and Cluster Analysis of Consumer Behavior of Public Transportation

On The Route Medan-Rantauprapat

ABSTRACT

The aims of this research are to identifing some factor of public transportation's consumer behaviors and clustering some kinds of public transportation route Medan-Rantauprapat. The collection of primary data is from interviewing using questionnaires, and the samples are the public transportation consumers on the route Medan-Rantauprapat. The analysis methods used are factor and cluster analysis. From the result of research is known that five factors, comfortable is dominant factor, followed with accessibility, cost or price, time, and safety factor. The executive train is most comfortable, accessibility, and safety. Mini bus is the kind of on time transportation, and bus executive as cheapest. Cluster of five public transportation systems indicated that intercity taxi and executive train is the transportation, which has the highest similarity, so that makes the sub-cluster it self at the five cluster while at economic and executive bus make second cluster, but it's having the similarity lower than intercity taxi and executive train.